Apa itu burnout? Ciri-ciri burnout? Cara menghindari burnout

Sempatkah kalian merasakan tekanan pikiran selalu hingga rasanya tidak berakal, putus asa, ataupun amat keletihan?

Situasi itu dapat jadi jalur mengarah burnout. Permasalahan kesehatan psikologis ini pula dapat mempengaruhi kesehatan raga.

Ikuti uraian lebih lanjut terpaut apa itu burnout, identitas, hingga metode menghindarinya. 

Apa itu burnout?



Dikutip dari Help Guide, burnout merupakan situasi keletihan penuh emosi, raga, serta psikologis sebab tekanan pikiran kelewatan serta berkelanjutan.

Situasi itu membuat seorang jadi kewalahan, keletihan dengan cara penuh emosi, serta rasanya tidak sanggup melaksanakan tanggung jawab rutinitas.

Dikala tekanan pikiran bersinambung, orang yang burnout dapat kehabisan atensi serta dorongan pada seluruh perihal.

Tidak hanya kurangi daya produksi serta menghabiskan tenaga, burnout pula dapat membuat seorang sinis memandang hidup hingga kesimpulannya merasa tidak dapat apa- apa.

Dampak minus burnout yang lain pula dapat merembet ke seluruh pandangan kehidupan semacam kehidupan individu di rumah, profesi, hingga ikatan dengan orang dekat.

Tidak cuma kesehatan psikologis, kesehatan raga lambat- laun jadi terbawa- bawa. Orang yang telah di tingkat burnout jadi mudah sakit, rentan terserang penyakit jantung, serta diabet.

Berlainan dengan penyakit lain yang timbul seketika, burnout terjalin sehabis melampaui sebagian jenjang.

Mengutip Healthline, psikolog penyebab istlah burnout ialah Herbert Freudenberger, bersama rekannya Gail North, menjabarkan 12 jenjang burnout, ialah:

  • Ambisius ataupun amat tergerak kala melakukan sesuatu hal
  • Mendesak diri sendiri buat bertugas lebih keras
  • Melalaikan keinginan elementer individu semacam tidur, berolahraga, serta komsumsi santapan sehat
  • Ternyata mawas diri diri, malah mempersalahkan kondisi serta orang dekat atas sesuatu masalah
  • Sangat fokus hingga sungkan mengosongkan durasi buat keluarga, sahabat, ataupun orang terdekat
  • Tidak sabaran dan sering menyangka orang lain tidak profesional, berat kaki, sombong, ataupun bias minus lainnya
  • Menarik diri dari orang terdekat, sahabat, keluarga. Bujukan berjumpa rasanya jadi bobot, bukan hiburan
  • Pergantian sikap jadi lebih kasar serta sering merajuk ataupun membentak orang dekat tanpa alibi yang jelas
  • Merasa kehabisan diri sendiri ataupun tidak memiliki keahlian buat mengendalikan hidup
  • Hati jadi kosong serta sering cemas
  • Tekanan mental ataupun hidup jadi tidak berarti serta putus asa
  • Psikologis serta raga mulai bermasalah
  • Mengenang besarnya akibat burnout pada kehidupan, buat menanggulangi permasalahan ini dibutuhkan sokongan pakar kesehatan psikologis handal. 

Ciri-ciri burnout yang perlu diwaspadai

Sebagian orang pasti pernah merasakan tidak berdaya, merasa kewalahan, atau segala sesuatu yang dikerjakan tidak ada artinya.

Wajar jika kondisi seperti itu terjadi sesekali. Jika kamu terus-menerus berkutat dengan pikiran negatif tersebut, bisa jadi hal itu tanda burnout.

Seperti disinggung di atas, burnout merupakan proses bertahap dan tidak muncul dalam semalam.

Ciri-ciri burnout bisa tidak kentara, tapi bakal lebih parah seiring berjalannya waktu, antara lain:

Ciri-ciri burnout dari perubahan fisik:

- Merasa lelah dan tidak punya energi sepanjang waktu
- Imunitas menurun, gampang sakit
- Sering sakit kepala atau nyeri otot
- Perubahan nafsu makan, bisa makan terus atau tidak doyan makan
- Perubahan kebiasaan tidur, tidur terus atau susah tidur

Ciri-ciri burnout dari perubahan emosional:

- Kerap merasa gagal dan meragukan diri sendiri
- Merasa tidak berdaya, terjebak, atau kalah
- Merasa terasing atau sendirian
- Kehilangan motivasi
- Sinis dan negatif dalam memandang hidup
- Menurunnya rasa puas dan pencapaian

Ciri-ciri burnout dari perubahan perilaku:

- Enggan mengerjakan tanggung jawab
- Mengisolasi diri dari orang lain
- Menunda-nunda atau butuh waktu lama untuk merampungkan suatu tugas
- Melampiaskan rasa tidak nyaman dengan makan, merokok, atau hal yang tidak sehat lainnya
- Kerap melampiaskan amarah kepada orang lain
- Sering mangkir dari tugas, datang telat, atau pulang lebih awal

Setiap orang bisa mengalami burnout. Masalah ini kerap dialami pekerja yang minim apresiasi dan jarang libur, ibu rumah tangga yang merawat anak, perawat orang lansia sakit, dan sebagainya

Alasan kenapa orang bisa burnout tidak melulu terkait tekanan dan terlalu banyak tanggung jawab.

Penyebab burnout juga bisa terkait karakter atau kepribadian seseorang, jenis kegiatan yang dikerjakan di waktu senggang, sampai cara memandang suatu persoalan.

Cara menghindari burnout


Stres adalah bagian yang tak terpisahkan dari keseharian. Namun, burnout dapat dicegah. Simak beberapa cara menghindari burnout berikut:

Sempatkan olahraga rutin di sela-sela rutinitas

Pastikan kamu mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, serta makan makanan kaya omega 3 seperti ikan agar suasana hati lebih baik

Pastikan ritme tidur setiap hari cukup dan berkualitas

Jika merasa stres atau banyak tekanan, jangan sungkan minya bantuan. Awali dari orang terdekat, bila perlu konsultasikan ke ahli kesehatan mental

Dengan menjalankan beberapa cara menghindari burnout di atas, kamu bisa tetap berenergi, fokus, dan lebih sehat jiwa raga.

You may like these posts