Kisah Quzman, Pahlawan Perang Uhud Yang Masuk Neraka. Kenapa ?

Kisah Quzman, Pahlawan Perang Uhud Yang Masuk Neraka. Kenapa ?

Halo assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

kali ini kita akan membahas salah seorang sahabat dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang ikut dalam Perang Uhud namun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata bahwa dia adalah ahli neraka, Siapakah dia? dan apa yang dia lakukan? sehingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjulukinya sebagai ahli neraka di Perang Uhud di tengah pasukan muslim ada seorang munafik yang ikut bergabung dalam pasukan Beliau bernama Quzman.


 

Pada awalnya ia tidak mau ikut bersama rombongan pasukan muslim karena ia sakit hati atas ucapan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa ia adalah ahli neraka karena itulah ia diam saja di rumah saat kaum muslim pergi untuk berperang keesokan harinya setelah keberangkatan kaum muslim beberapa perempuan Bani Jafar menemuinya lalu mencela dan mengancamnya.

 Ambisi Quzman

"Hai Quzman orang lain keluar untuk berperang Sedangkan engkau diam saja dirumahmu" Apakah kau tidak malu mestinya kau merasa malu karena Hanya berdiam diri dirumah seperti perempuan. Ia tidak menjawab sepatah katapun alih-alih ia pergi menghindari mereka namun para perempuan itu mengejarnya dan berkata lagi "sungguh kau seperti perempuan kaummu keluar untuk pergi berperang sedangkan Kau hanya duduk nyaman di rumah" karena terus-terusan dikecam dan diketahui oleh perempuan harga diri Quzman terbangkitkan disertai rasa marah karena para perempuan itu terus mengejarnya, ia bergegas memasuki rumah dan keluar lagi dengan membawa pedang tombak dan perisai nya kemudian ia menaiki hewan tunggangannya dan bergerak menuju uhud untuk menyusul Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan pasukan muslim.

Menuju Area Perang

Dia tiba di perkemahan kaum muslim ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sedang merapikan barisan Quzman berjalan dari barisan paling belakang hingga tiba di barisan paling depan kelak saat perang berkecamuk ia termasuk di antara barisan muslim yang pertama melemparkan tombak. 

Dia memang dikenal Mahir melemparkan tombak sehingga lemparan tombaknya itu melayang jauh dan ringan bagaikan lontaran anak panah, ia bertarung dengan penuh keberanian sambil berteriak kencang setelah melemparkan tombak ia hulus pedangnya lalu Mengayunkan nya dan menyerang musuh dengan ganas

Ketidak Percayaan Kaum Muslim

kaum muslimin yang melihatnya merasa takjub dan bertanya-tanya Mungkinkah orang yang berperang seperti ini menjadi ahli neraka bagi mereka keberanian dan kesungguhan Quzman dalam berperang benar-benar membuat takjub, sehingga rasanya tidak mungkin Jika ia dimasukkan dalam ahli neraka

Saat Perang Uhud para pembawa Panji Quraisy menjadi sasaran utama kaum muslim saat Panji dipegang oleh Abu Sa'id saat bin Abi waqqash membunuhnya kemudian Panji kaum musyrik diambil alih oleh masafi bin Abi talhah namun lagi-lagi ia menjadi sasaran empuk pasukan muslim tombak yang dilemparkan oleh ashim Bin Tsabit bin Abi al-akhlaq itu melukai tubuh masafi hingga ia berjalan terhuyung-huyung sambil tetap memegang Panji

Karena masa vital lagi sanggup berdiri Panji Quraisy dibawa oleh saudaranya yaitu al-haris bin tolhah namun lagi-lagi Asy menyerangnya dan berhasil membunuhnya Panji kaum musyrik kemudian dibawa oleh saudaranya Mas Alfi dan al-haris yaitu kilab bin Abi talhah yang akhirnya tewas dibunuh oleh Quzman ketika itulah kaum muslimin semakin merasa takjub mereka memuji-muji Quzman sambil bertanya dalam hati "Mungkinkah orang seperti ini jadi ahli neraka" surah bin kami mengambil dan membawa Panji kaum musyrik lalu bergerak cepat menuju barisan kaum muslim hanya untuk menyongsong kematiannya ia mati terbunuh ditebas pedang seorang muslim Panji Quraisy kemudian dibawa oleh Sawab budak milik keluarga Abdar

Quzman Menghadang dan menyergapnya lalu membabat tangan kanannya jawab memegang Panji dengan tangan kirinya Quzman terus mendesak lalu membabat tangan kirinya hingga Sawab memeluk Panji Quraisy itu dengan dua pangkal lengannya dan melindunginya dengan punggungnya jawab berteriak wahai Bani abdud Dar.

Apakah kalian akan menyerah Quzman tidak memberi kesempatan lebih lama kepada sawab untuk bertahan kilatan pedang nya begitu tajam cepat menembus tubuh sawab hingga ia terkapar tak bernyawa ia jatuh tersungkur tumbang demi mempertahankan Panji kaum musyrik.

Quzman terus berperang Mengayunkan pedangnya membabat dan menumbangkan siapa saja musuh yang dihadapinya di telinganya masih terngiang kecaman dan hinaan para perempuan di kampungnya "Kau Tak ubahnya seperti perempuan kau mau pergi berperang sedangkan kau duduk nyaman di rumah" darahnya bergejolak panas ketika mendengar ucapan mereka ia ingin membuktikan kepada semua orang bahwa ia adalah lelaki sejati, lelaki pemberani dan juga petarung yang tangguh tak seorangpun boleh menyebutnya perempuan dan ia benar-benar menunjukkan keberaniannya.

Telah banyak kaum Quraisy yang tumbang di tangannya Ia terus bergerak lincah menembus barisan muslim dan membabat semua musuh yang ditemuinya suara kaum perempuan di kampungnya itu terus terngiang seakan-akan tak pernah lenyap dari gendang telinganya ucapan mereka itu menjadi minyak yang menyalakan semangat perangnya ketika kaum muslim merasa kemenangannya telah mereka genggam Mereka sibuk mengumpulkan apapun yang mereka akan di medan perang

Sementara Gusman masih terus menyerang kaum Quraisy pedang Quzman patah setelah ia berperang cukup lama sehingga ia berteriak “kematian lebih baik daripada kabur di medan perang "Hai orang bertarunglah kalian sampai mati dan lakukan seperti yang aku lakukan” kemudian Ia berlari cepat menyerbu pasukan musyrik kaum muslim yang melihatnya berkata ia pasti terbunuh. namun tak lama kemudian ia terlihat keluar lagi dari barisan musyrik dan berteriak hadapilah aku aku orang Safari lalu ia kembali lompat dan menyerbu barisan musyrik kaum muslim yang melihatnya berkata lagi ia pasti terbunuh kali ini tetapi Tak lama kemudian ia muncul dan berteriak "hadapilah aku aku orang jafari" tak lama berselang ka'ab bin Malik yang mendapatkan luka cukup serius ketika pasukan Quraisy menyerang balik melihat Quzman keluar lagi dari barisan orang musyrik kelompok Menghadang khalid alam Al uqaili keduanya bertarung dan Quzman masih terlalu tangguh bagi Khalid tidak butuh waktu lama Quzman menebaskan pedangnya membabat leher khalid hingga ia jatuh terkapar sebelum Quzman membunuhnya khalid alam Al uqaili menyerang kaum muslim sambil berteriak kumpulkanlah mereka sebagaimana kalian mengumpulkan kambing gembalaan khalid alam Al uqaili yang mengenakan baju zirah dan helm perang ia berteriak lagi "wahai Quraisy jangan membunuh Muhammad tangkap dan tawan Lah iya hingga kita mengetahui apa yang bisa ia lakukan" setelah membunuh Halid alam Al uqaili. 

Quzman mengambil pedangnya lalu Beranjak Pergi lalu ia melihat seorang penunggang kuda Quraisy yang wajahnya tidak terlihat kecuali kedua matanya Quzman loncat menyerang dan menyempitkan pedangnya hingga penunggang Kuda itu jatuh tersungkur ternyata orang itu adalah al-walid bin al-'ash bin Hisyam.

Kematian Quzman

Saat pasukan muslim mulai merapikan lagi barisannya setelah dilanda kepanikan akibat Serangan balik kaum Quraisy yang menghancurkan mereka Quzman masih bertarung ia Mengayunkan pedangnya ke setiap musuh hingga saat itu ia telah membunuh tujuh orang Quraisy dan ia sendiri mendapatkan cukup banyak luka, ketika pasukan muslim mulai merapikan barisan Quzman bertemu dengan kathodahl lah bin al-nu'man yang menyapanya dan berkata Hai Abu Al Raida, Quzman berkata "Ya ini aku" kathodahl lah bin al-nu'man berkata "kuucapkan Selamat kepadamu karena kau mendapatkan kesyahidan"

Quzman berkata "demi Allah aku berperang bukan karena agama tapi aku berperang semata-mata demi Harga Diriku"

ketika Quraisy datang menyerang aku menghadapinya suara Quzman terdengar lemah dan terbata-bata beberapa luka ditubuhnya mengalirkan darah hingga wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya semakin lama wajahnya mengiris menahan rasa sakit yang hebat akhirnya karena merasa Tak Tahan Lagi Quzman mengambil sebatang anak panah lalu menusukkan keadaannya sendiri dengan anak panah itu lalu ia pun mati karena bunuh diri.

 Kebenaran Ucapan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

jadi benarlah ucapan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika berbicara tentang Quzman bahwa ia adalah ahli neraka Dan inilah sedikit kisah tentang Quzman salah seorang yang bertarung di medan perang namun dia menjadi ahli neraka, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua amin ya robbal alamin wallahu a'alam bishowab salamualaikum warahmatullahi wabarakatuh wabarakatuh

You may like these posts